Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

0 komentar

Pada zaman sekarang sudah ada penetapan bahwa puasa memiliki beberapa manfaat kesehatan, yaitu terhadap system imuniti, system regular dan hati, system pencernaan, sistem reproduksi dan sistem urinary. Berbagai pengaruh positif dari puasa ini menyajikan keseimbangan fungsional terhadap sel-sel tubuh dan susunannya, yang dikuatkan dengan kajian-kajian kimiawi dan laborat.
Apa yang Terjadi Saat Puasa?
Apa sebenarnya yang trjadi dalam tubuh manusia saat dia melaksanakan puasa? Inilah urainnya:
  1. Pembaruan sel-sel tubuh
Dr. Abdul-Jawad Ah-Shawy menyatakan, “Zat amino acid membentuk komposisi organic dalam sel. Saat puasa, keasan yang berasal dari makanan, berkumpul dengan keasamn yang dihasilkan dari proses penghancuran. Saat puasa, pembentukan pembentukan sel akan kembali setelah penghancuran dan prosesnya, kemudian disebarkan menurut keperluan sel-sel tubuh. Dengan begitu ada kesempatan untuk terjadinya komposisi baru bagi sel-sel, yang memperbaikinya dan mengangkat efektifitas kerjanya, yang pada akhirnya mendatangkan kesehatan bagi tubuh manusia dan menambah kesehatannya.
Puasa Islam adalah satu-satunya sistem pencernaan yang paling ideal dalam mamperbaiki optimalisai fungsional liver, yang menambahinya dengan fatty acid amino dan organic selama rentan waktu antara buka puasa dan sahur, sehingga kemudian membentuk inti protein, cairanphosphare,cholesterol dan lain-lainnya untuk pembentukan sel-sel baru. Pembersihan selhepar/liver dari lemak yang berkumpuk di dalamnya setelah makan, juga dapat terjadi pada saat iang hari pada saat puasa. Maka dengan begitu hepar/liver tidak akan terserang cirrhosis liver(gangguan pada jaringan hati). Manfaat lain,tidak ada ketimpangan fungsioanal karena tidak terbentuknya materi yang dapat mengalihkan lemakdarinya, yaitu lemak yang bertumpuk-tumpuk, yang pembentukannya dapat dihindarkan karena mengosongkan perut atau memakan makanam yang tidak berlemak.
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa puasa ala Islam memiliki peranan yang sangat positif dan riil dalam menjaga semangat dan kerja sel-sel hepar/liver. Dengan begitu dapat  mempengaruhi tingkat kecepatan pembaharuan sel-sel hepar/liver dan juga setiap sel-sel tubuh. Hal ini tidak akan terjadi pada puasa yang dianjurkan ilmu medis, apabila pola makan semaunya dengan menyantap makanan-makanan yang kaya lemak.
  1. Membersihkan tubuh dari berbagai jenis racun.
Saat puasa, sekian banyak lemak yang tertimbun di dalam tubuh akan beralih ke hepar/liver, hingga lemak itu bias dimanfaatkan, lalu dari san keluar racun yang sudah melebur di dalamnya, lalu hilang sama sekali dari tubuh.
Jadi begitulah puasa dianggap sertifikat dalam bidang kesehatan bagi organ-organ tubuh, sehingga ia dinyatakan sehat. Benar yang difirmankan Allah Yang Maha Mengetahui,
“Dan, berpuasa itu lebih baik bagi kalian.” (Al-Baqarah: 184)
Dr, Mark Fadon, seorang dokter yang sangat concern  terhadap kajian puasa dan pengaruhnya, mengatakan, “Setiap manusia perlu melakukan puasa, meskipun dia tidak sakit, karena racun-racun makanan dan obat terhimpun dalam tubuh, sehingga membuatnya jatuh sakit aatau membuat tubuhnya terasa berat dan akhirnya melemahkan semangatnya. Jika manusia melakuakan puasa, maka beban racun ini mejadi berkurang dan bahkan hilang, sehingga ia merasa ringan dan bersemangat.

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Copyright © 2011. Khazanah Islami - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger