Lelucon Abu Nawas VII

0 komentar

BERSEMBUNYI DARI PENCURI


Suatu malam seorang pencuri membobol rumah Nasruddin. Untung saja Nasruddin melihatnya. Karena takut, dengan cepat Nasruddin bersembunyi di dalam sebuah kotak besar yang terletak di sudut ruangan.
Si pencuri sedang mengaduk-aduk isi rumah Nasruddin mencari uang ataupun barang berharga yang dimiliki Nasruddin. Dia membuka lemari, laci-laci, kolong-kolong, dan lain-lain. la tapi tidak menemukan satu pun barang berharga.
Pencuri itu hampir saja menyerah dan memutuskan untuk keluar dari rumah Nasruddin. Tapi tiba-tiba matanya tertuju pada kotak besar yang terletak di sudut ruangan kamar Nasruddin. Dia sangat senang karena dia yakin dalam kotak itulah disimpan harta benda yang dia cari.
Walaupun kotak itu terkunci kuat dari dalam, tapi dengan kekuatan penuh, pencuri itu berhasil membuka kotak tersebut. Pencuri itu sangat kaget ketika melihat Nasruddin berada di dalam kotak itu. Pencuri itu sangat marah dan berkata, “Hei! Apa yang kau lakukan di dalam situ?”
“Aku bersembunyi darimu,” jawab Nasruddin.
“Kenapa?”
“Aku malu, karena aku tak punya apapun yang dapat kuberikan padamu. Itulah alasan mengapa aku bersembunyi dalam kotak ini.”
KEBIJAKSANAAN DARI TOKO SEPATU

Nasrudin diundang menghadiri sebuah pesta perkawinan. Sebelumnya, di rumah orang yang mengundang itu, ia pernah kehilangan sendal. Karenanya sekarang ia tidak lagi meninggalkan sepatunya di dekat pintu masuk, tapi menyimpannya di balik jubahnya.
“Buku apa itu di dalam sakumu?” tanya tuan rumah kepada Nasrudin.
“Ha, mungkin dia sedaang mencari-cari sepatuku,” pikir Nasrudin, “untung aku dikenal sebagai kutu buku.”
Maka dengan sekeras-kerasnya ia berkata: “Tonjolan yang engkau lihat ini adalah Kebijaksanaan.”
“Menarik sekali! Dari toko buku mana engkau dapatkan itu?”
“Yang jelas aku mendapatkannya dari toko sepatu!”
ABUNAWAS PENGAWAL RAJA
Alkisah, Abunawas bertugas menjadi pengawal raja, kemanapun Raja pergi Abunawas selalu ada didekatnya .
Raja membuat Undang Undang kebersihan lingkungan, yang pada salah satu fasalnya berbunyi, Dilarang berak di sungai kecuali Raja atau seijin Raja, pelanggaran atas fasal ini adalah hukuman mati.
Suatu hari Raja mengajak Abunawas berburu ke hutan, ndilalah Raja kebelet berak, karena di hutan maka Raja berak di sungai yang airnya mengalir ke arah utara.
Raja berak di suatu tempat, eee Abunawas ikut berak juga di sebelah selatan dari Raja, begitu Raja melihat ada kotoran lain selain kotoran nya, raja marah, dan diketahui yang berak adalah Abunawas .
Abunawas dibawa ke pengadilan, Abunawas divonis hukuman mati, sebelum hukuman dilaksanakan, Abunawas diberi kesempatan membela diri, kata Abunawas
“Raja yang mulia, aku rela dihukum mati, tapi aku akan sampaikan alasanku kenapa aku ikut berak bersama raja saat itu, itu adalah bukti kesetiaanku pada paduka raja, karena sampai kotoran Rajapun harus aku kawal dengan kootoranku, itulah pembelaanku dan alasanku Raja. Hukumlah aku.”
Abunawas yang divonis mati, diampuni dan malah diberi hadiah rumah dan perahu kecil untuk tempat kotoran nya mengawal kotoran raja.
ABUNAWAS DAN GAJAH
Raja: Hai abunawas! engkau terkenal cerdik & pandai, aku ingin melihat itu, kalau engkau benar2 hebat, maka buatlah gajah kesayanganku ini mengangkat kakinya, terserah kaki yg mana, kemudian buatlah jg dia menggelengkan kepalanya. Kalau kau berhasil, maka akan ku kabulkan apapun permohonanmu, karena siapapun di negeri antah berantah ini tdk ada yg dpt melakukannya.
Abunawas; Baiklah baginda.
(maka dengan akal cerdiknya abunawas mendekati sang gajah yg berkelamin laki2 itu, dan… menarik kemaluannya, maka !!!AaAaUuuu!!!… sang gajah terkejut & sedikit kesakitan & mengangkat2 kakinya.)
Raja: Berikan tepuk tangan buat Abunawas!… Eit! jangan senang dulu kamu! selesaikan saja yg berikutnya.
Abunawas: Siap baginda.
(lagi2 Abunawas mendekati sang gajah, dan berbisik ditelinganya ‘hai gajah dongo! apa mau yg seperti tadi lagi?!’… sang gajah pun dengan keras menggeleng2kan kepalanya).
…..Sang Raja & seluruh rakyat yg menyaksikan melongo & terdiam kagum melihat kehebatan Abunawas.
ABUNAWAS DAN JENG JUMINTEN
Satu hari Sultan merasa sungguh “boring n bete abis”,
jadi dia bertanya kepada bendahara, “
Bendahara, siapa yang paling pandai saat ini?”
“Abu Nawas” jawab Bendahara.
Sultan pun manggil Abu Nawas dan baginda bertitah : “Kalau kamu pandai, coba
buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti
dimulai dengan huruf ‘J’.
Terperanjat Abu Nawas, tapi setelah berfikir, diapun
mulai bercerita:

Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari
jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak
jauh Jogya-Jakarta. Jamu
jagoannya: jamu jahe. “Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu
jaheee…!”
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi
jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng
Juminten
jerit-jerit: “Jarikku jatuh, jarikku jatuh…”
Juminten jengkel,
jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.
Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan
jengkol, jantan,
juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi
jedag-jedug.
Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.
Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya
Jack. Johny juga
jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya,
Johny Jago Joget.
“Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?” joke-nya Johny.
Jakunnya jadi
jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. “Jangan
jealous, John…”
jawab Juminten.
Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya
jawil-jawil
jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: “Jack,
Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!” Jack jumping-in
jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebr
eeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi
jontor juga jendol… jeleekk. “John, jangan jahilin
Juminten…!” jerit Jack. Jantungnya Johny
jedot-jedotan, “Janji,
Jack, janji… Johnny jera,” jawab Johny. Jack jadikan
Johny join
jualan jajan jejer Juminten.
Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko,
jualan jus
jengkol j ajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang,
julukannya Jus
Jengkol Johny “Jolly-jolly Jumper.” Jumpalagi,
jek……..!!!
Jeringatan : Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini
jagi ja…!!!
JUSAH…!!!




Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Copyright © 2011. Khazanah Islami - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger